Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2015

Melaluimu

Bismillah..

Matahari terlihat begitu garang. Udara mulai terasa panas. Di tambah lagi, tempat ini begitu sesak dengan manusia. Pengap. Bauh peluh pun menjadi satu. Perut seolah-olah dikocok, memuatku mual. Aku ingin segera pergi dari tempat ini.

Sejenak mencoba menghilangkan rasa penat. Duduk di deretan bangku yang telah di sediakan petugas di dekat panggung. Dari tempat ini, aku dapat melihat kondisi seluruh ruangan. Bola mataku terhenti di salah satu wanita.

Buku apa yang dibaca? Ia begitu khusyuk, sampai tak menghiraukan kondisi sekitarnya.

Di awali dari orang yang duduk sebelah kana kiriku, kami mulai berkenalan satu sama lain. Bukan hanya mereka berdua, semua orang di sekelilingku pun mulai mengikuti. Termasuk dirinya. Tidak butuh waktu yang lama, ia pun kembali ke aktifitas semula, berkutat dengan bukunya. Ia membuatku semakin penasaran.

Perhatianku kini beralih pada penampilannya. Pakaian yang ia kenakan beda sekali. Tubuhnya di baluti dengan jubah panjang nan longgar, jilbabnya tebal menutup dada dan tak lupa memakai kaos kaki. Sedangkan aku? Uh, sungguh malu, ia mengingatkanku pada nazar yang telah terucap begitu saja beberapa waktu yang lalu.

Ia begitu anggun dengan pakaian yang dikenakannya. Meski pun sederhana, tapi menutup. Allah, aku ingin sepertinya.

Di tempat ini, di gedung pendaftaran ulang mahasiswa baru itulah pertama kali bertemu dengannya. Dengan suasana yang kurang mendukung. Letih. Dan suara bising dari dalam gedung membuat otakku ingin meledak. Entahlah, apa yang mereka bicarakan, hingga membuat gedung ini seperti pasar dadakkan.

Sebelum berpisah dengannya, kusempatkan berdo'a. Berharap ini bukan terakhir kali bertemu dengannya. Dan tak lupa aku pamit dengan teman-teman baruku, termasuk dengannya.

Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa satu semester telah usai, menghabiskannya dengan membuat laporan praktikum. Aku pun meluruskan niat kembali yang ingin mengikuti Organisasi Kerohanian Islam sejak perkenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Ospek Fakultas.

Do'aku mulai terjawab. Yah, siang itu aku mengikuti mentoring pertama dan ternyata disitulah aku dipertemukan kembali dengannya. Allah, terimakasih, tak ingin menyia-yiakan ini untuk kesekian kalinya.

Ia bagai pelangi yang menyinari hariku. Hampir setiap hari kuhabiskan bersamanya, tanpa hari tanpanya. Banyak orang yang mengatakan bahwa kami seperti amplop dan perangko. Kemana-mana selalu berdua.

Perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Nasehat ini terbukti. Dari hari itu, perubahanku sangat drastis. Dalam satu bulan pakaianku mulai hijrah. Dengan modal beberapa rok, baju dan jilbab yang kudapat dari mbk kos dan ibukku.

Begitulah aku dua tahun yang lalu. Terpesona pada seorang teman baru yang begitu menjaga hijabnya. Pertemuan yang tak tertuga dan tak terlupakan yang telah membuat perubahan besar dalam hidupku. Darinya, aku belajar banyak hal. Belajar dari kesehariannya, tanpa ia sadari.

Alhamdulillah, hampir dua tahun lamanya aku belajar Istiqomah dengan pakaian ini, pakaian syar'i. Dan berharap bisa Istiqomah sampai nanti, sampai ajal menjemputku. Aamiin.

Ya Allah, terimakasih tak terkira untukMu, yang telah menggerakkan hati ini untuk menjemput hidayahMu. Melaluinya, Engkau mengajariku tentang aturan-aturan agamaMu.

***
Hidayah itu tak datang dengan sendirinya. Kita harus mencarinya! Jika kau mengatakan, 'Buat apa memakai jilbab, jika prilaku tetap buruk, mending jilbabin hatinya dulu'. Kau salah, teman! Dengan berjilbab, satu pintu dosa telah tertutup. Dengan memakai jilbab pula lambat laut kehidupan kita akan mengikuti.

Kutau, perubahan butuh proses, lakukan sekarang sebelum waktumu habis!

Probolinggo, 23 Nopember 2013

Congratulations ^^

for friends who have Graduation, hopefully useful knowledge

Sebagian teman seangkatan yang mengambil jurusan matematika mipa berhasil wisuda di tahun ini. Selamat ya... Kemarin, aku bertemu dengan beberapa teman yang berhasil mengantongi gelar S.Si tersebut. Dengan isengnya aku bertanya, "sekarang di mana?". Sebagian besar masih menjawab, "belum,...."
Buatku, pertanyaan itu sangat angker, karena pertarungan yang sesungguhnya baru dimulai. Bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Satu banding seratus, sedangkan lapangan pekerjaan semakin menipis. Terlebih lagi tahun 2015, PHK di mana-mana.

Aku? Masih kuliah yey... :p Jika aku menjadi mereka, aku akan membuat lapangan pekerjaan baru. Itu lebih baik, daripada menjadi orang yang berdiam diri di rumah saja. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti tidak bisa dijalankan. Pasti jika berbuat baik, akan ada jalan.

Misal saja mencari bisnis yang menjanjikan masa depan, bisa membantu orang lain, bisa diwariskan, dan yang paling penting tidak hanya bekerja tapi bisa jalan-jalan kapan-pun kita mau. Ya, cari pekerjaan yang tidak terikat waktu :D Memang ada? Ada dong :p coba cari tahu!

Jumat, 06 November 2015

Rindu

    Oleh: Hikari Hana
  

Mengingat masa itu
Pipi merah merona bak delima
Pertemuan tak terencana
Bertemu bukan untuk menyatu
Bertemu untuk berpisah
Singkat, namun mengandung makna
Singkat, namun membekas dihati

Rindu,
Ingin kubertemu denganmu
Bertegur sapa serta bercanda tawa
Seperti kisah di masa itu
Tak sedikitpun aku melupakanmu

Angin membelai lembut kulitku
Membawa sebait doa rindu untukmu
Meski aku tak bersamamu
Aku percaya,
Kau sedang melihat langit yang sama denganku
______________
*Persembahan untuk sahabatku yang jauh di sana, aku merindukanmu

Pengakuan Dosa


     Oleh: Hikari Hana

Tuhan,
Sungguh aku merugi
Membiarkan waktu berlalu begitu saja
Tanpa menjalankan perintah-Mu
Jatah usia terbuang sia-sia

Tuhan,
Bolehkah aku kembali kemasa itu?
Untuk memperbaiki pengapdianku pada-Mu

Nasi telah menjadi bubur
Waktu tak akan pernah kembali kemasa lalu

Tuhan,
Yang bisa kulakukan berbenah diri
Lewat lantunan doa aku mengadu
Merintih atas dosaku selama ini
Berharap Engkau berbesar hati
Memaafkan hamba-Mu yang hina ini

Bila Tiba Waktunya

Oleh: Hikari Hana

Puisi persembahan buat dik ira :')
*Jilbab biru*

Isak tangis masih terdengar
Aura negatif sedang mengelilingi
Diam tak berkutik
Tubuhnya terbaring lemah tak berdaya
Kini tinggal raga yang tak bernyawa

Baru kemarin aku bahagia
Mereka adalah keluarga baru bagiku
Kini keluarga itu bersilimutkan duka
Kebahagian sirna seketika
Waktu begitu cepat berputar
Kini ia telah menghadap panggilan-Mu

Tuhan,
Kami percaya Engkau lebih menyanginya
Kami titipkan bidadari kecil kami bersama-Mu

Ramadhan yang berbeda
Tanpanya di sini

Tuhan,
Kami titipkan doa rindu untuknya
Kami di sini baik-baik saja
Kami menyanyangimu
Jember, Maret 2015.
Untuk bidadari kecil kami, Dik Ira.
Love you soo much...

Pilih yang mana?

Teman, pernahkah kalian terhimpit di antara dua pilihan? Beberapa hari ini, itu yang terjadi padaku. Bagiku kedua-duanya sangat berarti. Namun aku belum bisa menjalankan secara bersamaan. Pilihan yang berat jika aku diminta untuk memilih salah satunya.

Amanah itu sudah ada lebih dulu. Alasan mengambil amanah, aku ingin memberikan kontribusi di sana. Di sisi lain, juga ingin menyalurkan impian yang ingin "menginspirasi banyak orang melalui tulisan".

Memang benar, sekitar tiga tahun yang lalu, aku begitu aktif memberikan kontribusi di suatu organisasi yang membuat aku mengambil keputusan besar untuk berhijrah. Sekarang, jika aku ditanya tentang kenapa aku begitu berbeda memberikan kontribusi kepada organisasi saat ini? Ada beberapa hal yang ingin aku capai lebih dahulu. Ada beberapa hal yang aku pertimbangkan. Permasalah yang telah terlanjut aku buat, ingin aku selesaikan sendiri. Itu adalah salah satu dari sekian banyak pertimbangan yang aku ambil.

Mengenai potensi, semua orang memiliki potensi. Yang membedakan adalah sejauh mana orang tersebut menggali potensi itu sendiri.

Aku sama dengan orang lain. Memiliki impian, bahkan aku menulis semua keinginan itu di dalam dreams book. Ketika beberapa teman tahu tentang impianku, mereka tertawa. Semakin banyak orang yang menertawakan impianku, semakin ingin cepat aku capai satu persatu impian itu. Mereka bagai cambuk buatku.

Selasa, 25 Maret 2014

Rumah baruku


“Sholat jama’ah…” Teriak sala satu penghuni rumah. “Kalau sholat tepat waktu, jodoh datang tepat waktu!” Celetuk penghuni rumah yang lain. Semua itu akan selalu ada tiap kali azan berkumandang, entah itu subuh, dhuhur, asar, magrib atau pun isya. Suara itu akan terdengar selalu sebanyak salat wajib. Tak pernah absen.

Kini tak ada lagi, aku tak mendengarnya lagi. Yah, kuakui merindukannya. Bukan hanya suara itu, tapi kebersamaan yang terjalin di dalamnya. Yang kini kutahu dan menyadari kalau semuanya tulus, ikatan persaudaraan yang terbentuk karena kecintaannya pada Robbi.

Rumah baruku ini memang keadaanya lebih baik dari rumah itu. Tapi yang membedakannya, tak ada kau, tak ada kalian disini yang menemaniku lagi. Tak ada lagi suara itu, tak ada lagi orang-orang yang selalu menegurku di kala salah. Tak ada lagi tempat untuk berbagi suka duka yang selalu menguras kalbu. Tak ada lagi…


Senin, 24 Maret 2014

Teruntuk Bapak, Ibu dan Adik yang di rumah

Assalamualaikum…

Bagaimana kabar bapak-ibu? Dik Yuris dan si Embah? Semoga baik-baik saja dan selalu di lindunganNya. Aamiin.

Dinda? Allahamdulillah, baik. Sangat baik. InsyaAllah. Bapak-ibu berserta keluarga di rumah tidak perlu cemas. Sungguh, anakmu ini baik-baik saja di tempat perantauan ini. Percayalah.. :)

Dinda ingin bercerita tentang kejadian akhir-akhir ini. Semoga bapak-ibu beserta keluarga di rumah tidak keberatan mendengar cerita dinda ya..

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari rabu kemarin, dinda berkunjung ke kampus lama. Tempat yang memiliki sejarah tersendiri bagi dinda. Yah, entah mengapa pagi itu dinda merindukan tempat itu. Bukan hanya tempatnya. Bukan. Karena ada seseorang yang dinda rindukan. Seorang sahabat yang tidak pernah lelah memberikan nasehat. Seseorang sahabat yang tidak pernah lelah memberikan pundanya ketika dinda sedang rapuh akan semuanya.

Di tengah perjalanan ke tempat yang telah di tentukan, dinda mendengar seseorang yang berteriak, “Yeyeennn…”. Suara itu tidak asing ditelinga. Ketika menoleh, beberapa teman satu angkatan sedang asik makan di warung bu kuning. “Yeyeeenn…” terdengar kembali seseorang berteriak. Sekali lagi, hanya bisa menoleh dan mengangkat tangan seraya berkata, “Hey…”. Dan semua berlalu begitu saja. Selain sepeda mini yang dinda kendarain melaju kencang, ada alasan lain. Keadaan yang tidak memungkinkan untuk berhenti. Bukan karena ingin melarikan diri, bukan. Tapi karena ada seseorang yang menunggu dinda di sana. Allah, semoga mereka mengerti.

Lima menit kemudian, ketika meletakkan sepeda pink ini di parkiran sepeda yang letaknya tidak jauh dari masjid Baitul Ilmi, dari arah selatan datang seseorang yang telah lama dinda tidak berjumpa dengannya. Dia kakak angkatan dinda sewaktu masih di mipa. Sayang sekali, hanya bisa bercengkrama sebentar dengannya.

Setelah dinda tepat berada di sebelah masjid, yang terlihat hanya seorang perempuan yang tidak dinda kenal. Di menit berikutnya, meraih handphone dan mengetik pesan, “Ana sudah di Mabail ni”. Sepuluh menit berlalu, tidak kunjung juga ada balasan. Dinda pun kembali mengirim pesan, “Dimana?”.

Mungkin ia sedang kuliah? Ah, biarlah. Bisa menikmati suasa di sini pun sudah senang.

Lima belas menit berlalu, asik dengan mencari tugas kuliah. Tiba-tiba ada satu pesan masuk, ternyata dari ia. “Oke, otw” akhirnya. Sebuah senyuman mengembang begitu saja dari sudut bibir ini.

Hampir satu jam lamanya, ia menemani. Berbagi cerita. Menanyakan ini itu. Sungguh bahagia. Jika saja dinda bisa meminta waktu untuk tidak cepat berlalu, yang dinda inginkan hanya meminta untuk bisa lebih lama dengannya. Wajah yang berseri-seri itu tidak banyak berubah, masih sama dengan dua tahun yang lalu.

Terima kasih untukmu, untuk segalanya. Karenamu pula aku bisa bertahan sejauh ini. Karenamu pula keadaanku saat ini lebih baik daripada dua tahun yang lalu ketika pertama kali kita. Bersyukur atas nikmatNya yang telah mempertemukan kita. Aku mencintaimu karena Allah, insyaAllah.

Ketika rindu seketika datang memburuku, akan kulantunkan do’a untukmu. Yah, selalu tersemat do’a dalam kalbu untukmu. Semoga kita tidak hanya bersahabat di dunia tapi di surgaNya. Aamiin. insyaAllah.

Eh, bapak-ibu tidak boleh menangis ya ketika membaca surat ini, apa lagi si adik :p

Oh, ya, bapak-ibu masih ingat hari ini hari apa? Ya ya ya, dinda tahu kalau hari ini hari minggu. Em.. hari ini, sudah tepat satu bulan lamanya dinda merasakan kuliah di tempat baru, kampus baru. Selalu menjadi penyelundup, itu pertama kali yang dinda rasakan. Tapi dengan bergulirnya waktu, rasa itu mulai berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa. Yah, dinda saat ini sangat menikmati aktivitas ini.

Terima kasih bapak, terima kasih ibu, atas kesempatan ini. Dinda tidak akan membuang kesempatan dan kepercayaan bapak-ibu berlalu begitu saja. Tidak akan. Dinda akan buktikan itu. insyaAllah.

Maafkan dinda, jikalau sampai saat ini dinda tidak bisa melalukan banyak hal untuk bapak-ibu. Saat ini dinda hanya bisa menyusahkan bapak-ibu.

Dan jikalau memang dengan dinda menjadi anak yang sholeha, menjadi anak yang berprestasi bisa membuat bapak-ibu bahagia, bisa membuat bapak-ibu bangga mempunyai anak seperti dinda, dinda akan lakukan itu. Yah, dinda akan berusaha keras untuk menggapai itu semua. Insyaallah.

Bapak-ibu, tolong ingatkan dinda, jika suatu hari nanti akan lupa dengan janji dinda sendiri.

Mungkin, perlu bapak-ibu tahu. Mimpi-mimpi dinda di antaranya; menjadi guru, menjadi dosen, dan menjadi penulis yang bisa menebarkan kebaikan di seluruh Indonesia. Yah, itu tiga di antara sekian banyak mimpi-mimpi yang telah dinda buat. Hanya kekuatan usaha dan do’a yang bisa mengabulkan semuanya. MAN JADDA WAJADA, siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya.

Mohon do’anya untuk dinda ya.. Terima kasih :’)

Dik yuris, adik satu-satunya yang kupunya dan yang kucintai karena Allah. Ambil hikmah dari semua yang terjadi dalam perjalanan hidup kakakmu ini. Dan kakakmu ini berharap banyak padamu, tidak melalukan kesalahan yang sama. Bukannya sebaik-baik manusia adalah ia yang mengambil pelajaran dari  hikmah orang lain. Bukankah begitu?

Belajarlah yang rajin, pun kakakmu ini. Ayo kita sama-sama menjadi orang yang bisa membahagiakan kedua orangtua di dunia dan di akhirat kelak :’)

Dinda sudahi dulu ya..

Wassalamualaikum

Jember, 230314
Dinda yang selalu merindukan kebersamaan ini

Senin, 27 Januari 2014

Belajar dari cerita "Alice and The Wonderland"

Cerita singkatnya;

Alice tersesat di Wonderland. Di suatu persimpangan, ada dua jalan. Bingung, jalan yang mana yang harus ditempuhnya. Disaat itu pula, dia melihat se-ekor kucing tengah duduk di persimpangan. Kemudian dia bertanya kepada kucing itu.
Alice: “Wahai kucing, tunjukkan jalan mana yang harusnya aku tempuh?”

Kucing kemudian bertanya balik kepada Alice.

Kucing: “Engkau hendak kemana?”

Alice: “Aku tidak tahu, tunjukkan saja yang mana menurutmu.”

Kucing: “Kalau begitu tidak ada bedanya, apakah engkau memilih jalan yang ini atau yang ini,” kucing menutup pembicaraan.

Cuplikan cerita si Alice di atas mengingatkan pada sala satu kisah saya yang terjadi baru-baru ini :)

Ketika dihadapkan dengan dua pilihan, apapun itu, semua keputusan ada ditangan kita sendiri. Semua pilihan ada konsekuansinya dan kita tidak dapat menentukan apa konsekuensi yang diperoleh nantinya dari pilihan yang telah kita buat. Karena tidak ada yang dapat mengetahui masa depan, kecuali Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya.

Manakah yang lebih baik, ini atau itu? Allahu 'alam. Namun, ini pilihan yang saya pilih dan insyaAllah yang terbaik. Saat ini yang perlu saya lakukan adalah menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan yang kedua. Menyesali? Saya rasa tidak perlu, semua ada hikmahnya.

Jumat, 10 Januari 2014

Book4#segera terbit :)

Biarkan Ia Kembali



Malam semakin pekat, satu jam lagi tepat tenggah malam. Aku belum bisa terlelap. Dari luar kamar tak terdengar suara kehidupan lagi, sunyi senyap. Sesekali terdengar suara jangkrik yang memecahkan kesunyian malam. Mungkin, mereka telah asik melang-lang buana di dunia mimpi. Sedangkan aku, menyibukkan diri di dunia maya ditemani si Nahl, laptop kesayanganku.

Ketika sedang asik membaca catatan orang, mencari informasi lomba dan lain sebagainya. Tiba-tiba handphone-ku berdering, sms masuk dari sahabat Jogja. Ah, tumben tengah malam begini sms. Firasatku mulai tak enak.

Kuraih handphone dan membacanya, “Kencangkan doa, baca Al-Faatihah untuk saudara kita, Anisyah yang sedang melawan kritisnya”.

Deg! Jantungku terasa berhenti. Untuk kesekian kali, Ia melawan kritisnya.
Allahu.. kuatkan ia. Aku percaya ia kuat, buktinya, beberapa kali berhasil melawan kritisnya. Aku tau, Allah sedang menguji kesabaran dan keiklasan yang dimilikinya. Menguji sejauh mana bisa bertahan menggapai cintaNya.

***@@@***

Ditemani mushaf biru, aku menanti seorang teman di serambi masjid Mujahiddin. Beberapa menit kemudian, melalui pesan singkat, memberitahu bahwa Ia sedang menungguku di tempat semula, sekret. Aku pun merapikan barang bawaan dan bergegas menghampirinya.

“Assalamualaikum mbak Giant..” ucapku dari luar. Sambil menanti jawaban darinya, aku langsung saja melangkah ke dalam sesuai permintaannya tadi.

“Walaikumsalam..” terdengar jawaban serempak dari dalam. Aku mencari suara itu berasal. Tak begitu sulit mencarinya, karena ruangan ini hanya di bagi menjadi dua bagian. Antara ruangan Ikhwan dan Akhwat dibatasi oleh kain pembatas.

Mendahulukan bagian kepala daripada badanku. Yah, itu yang kulakukan, mencari kepastian tempatnya.

“Hei, ayo masuk!” teriak mbak Giant ketika melihat tingkahku.

Bola mataku beraduh pandang dengan akhwat yang di sebelahnya. Ah, siapa dia? Teduh. Membuatku ingin berlama-lama menatapnya. Perkenalan yang sangat singkat, namun tak membuat hati kecewa. Dengan waktu sesingkat itu membuat kami semakin dekat. Anisyah Fatihah Haibara, kini nama itu masuk dalam deretan salah satu orang yang memotivasiku.

***@@@***

“Sedang tidak sadar. Kirimkan tilawah.. sebanyak-banyaknya” pesan masuk hampir tenggah malam. Ya Allah, berikan yang terbaik untuknya.

Delapan menit kemudian, pesan masuk lagi “Sudah tidak ada. Tinggal kenangan terindah..”
Dada terasa sesak, bendungan menyeruak meminta keluar, tak bisa ditahan lagi. Aku menangis terisak-isak. Aku ingin menjerit! Tak percaya. Benar kah berita ini? Ini kah yang dinama kan firasat? Tak bisa cepat terlelap seperti biasanya.

Rasanya baru kemarin mengenal sosoknya. Baru kemarin aku menengoknya di rumah sakit. Kini ia pergi meninggalkanku. Pergi dan tak kembali. Aku sangat menyayangimu, namun Allah lebih menyayangimu.

Hari ini banyak airmata yang jatuh, meski setetes semoga dapat menyuburkan keikhlasan dihati. Semua berasal dari Allah, semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah pula.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S Ali Imran: 185)

Memoriku bersamamu akan kusimpan dalam ruang hatiku. Semoga kelak kita berkumpul kembali di JannahNya. Aamiin.

Jember, 24 Nopember 2013
Terimakasih kau telah hadir dalam hidupku.
Aku mencintaimu karena Allah, mbk Anisyah. 220813.
 ______________________________________________________________________________________
Biodata Penulis;
Hikari Hana adalah nama pena dari Khuszaimah Yanuar yang berasal dari kota Probolinggo Jawa Timur. Ia baru terjun di dunia kepenulisan, beberapa bku antaloginya: Surat untukmu, calon Imamku; Ketika sudah Lillah; Dan Karena Ayah mencintaiku. Penulis dapat dihubungi lewat e-mail HikariHana_93@yahoo.co.id, facebook Hikari Hana.
 ______________________________________________________________________________________

Jumat, 20 Desember 2013

Jangan menyerah!

Masih banyak cara untuk sampai ke kota tujuan. Toh, satu-satunya alat transportasi nggak hanya kereta. Masi ada bus kan? Meski lebih lama, tapi tak apa. Pelan tapi pasti, yang penting selamat sampai tujuan.

Begitu pula dengan menggapai impian. Ketika tak bisa menggapai dengan cara 'a', masih ada cara 'b'. Ingat, mundur bukan berarti kalah. Tapi mundur untuk bernapas sejenak, mundur untuk mengambil ancang-ancang. Yah, ini sebagai batu loncatan untuk melambung tinggi meraih mimpi :)

Jumat, 23 Agustus 2013

Ditinggalkan...

Bismillah...

Bintang, apa kabarmu?

Kau sedang apa?
Saat ini, aku sedang memandangmu, sinarmu tampak indah bersanding dengan gelapnya malam.

Kau tau?
Kehidupan ini tidak akan lama bukan?
"Meninggalkan" atau "Ditinggalkan"

Hatiku masih berkabut. Seorang sahabat meninggalkanku. Yah, pergi dan tak kembali. Aku percaya, ini lah skenario Allah terbaik untuknya, untukku dan untuk kita semua.

Teringat akan janjiku padanya. Mungkin, saat ini aku tak dapat melihat dan bersua kembali dengannya. Berharap, kelak akan berkumpul bersama di jannahNYA.

Uhibbuki fillah, ukhti.. :')

Meski kau telah tiada, tetap kau akan hidup di hatiku, di hati kami. Jejak hidupku bersamamu, akan ku simpan di ruang hatiku.

Do'aku, do'a kami menyertai kepergianmu..


Ar-Rahman telah berfirman:
“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)

Senin, 15 April 2013

Merindu T.T


aku rindu, benar-benar rindu...
saat pertama kita dipertemukan oleh Allah...
saat pertama kita diikat oleh tali ukhuwah...
menjalani hari-hari bersama dengan sejuta rasa dan doa...
aku rindu, benar-benar rindu...
saat kita tertawa dan menangis bersama...
ya meskipun akulah yang sering menangis...
dan kalian yang menghiburku...

aku rindu, benar-benar rindu...
saat kita bersama-sama berjuang dalam dakwah ini...
kita saling bahu membahu...
bekerja sama demi mencari Ridho-Nya...
aku rindu, benar-benar merindukannya...
merindukan kalian semua...

#mbk nisa, benarkah kau lupa dengan pertemuan kita??
#sahabat seperjuanganku, kalian akan tetap menjadi sahabat seperjuanganku di mipa tercnta :')
#Abi, ukh.fitri, ukh.yuli, ukh.reni, ukh.rizki dkk "peluk dari jauuh..."
#Abi dan ukh.fitri tak kan pernah terlupakan perpisah kita di stasiun lempuyangan..
(*terkadang aku tersenyum sendiri jika mengingatnya XD)
#hey, aku juga rindu saat di danau cinta :D...

Minggu, 07 April 2013

amanah, ku ingin lari darimu...

Amanah, jika aku mendengarnya terkadang terbesit untuk lari dan pergi meninggalkannya. namun semua itu tak bisa ku lakukan. yah... setiap aku punya fikiran seperti itu, aku terdiam dan hati ini berkata "jika bukan kau yang akan memberikan perubahan di sekitarmu, siapa lagi?? akan kah kau tega meninggalkan adik-adikmu yang bersemangat. luruskan niatmu...!!! kau di jalan ini hanya mencari RidhoNya. Buanglah fikiran hal-hal yang membuatmu seperti ini. kemana semangatmu?? jangan karena orang lain kau menjadi tak bersemangat...!!! jika kau mempunyai masalah, ceritakanlah pada Robbmu. ceritakanlah padaNya, yaa semuanya karena Robbmu akan mendengarkan keluh kesahmu. dan positive thinking lah... jika orang lain tak bersamamu lagi, masih ada Allah bersamamu. istigfar.... istigfar....". astaufirullah... Allah... Allah... Allah... maafkan aku, sungguh tak bermaksud begitu. baiklah, akan ku luruskan niat ini kembali. wahai suara hati, akan ku lakukan... bangunkan aku dalam sepertiga malamNya dan akan kuceritakan semuannya... semuannya...

Selasa, 02 April 2013

Aku ingin seperti Sirius...



Allah berfirman Surah An-Najm ayat 49, yang berbunyi:
“dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang syi‘ra.”
Bintang sepesial, bintang paling terang di antara bintang lainnya, bintang yang mampu menyinari gelapnya malam dengan sinar terindahnya... yah, itu adalah bintang sirius. Aku ingin seperti bintang sirius yang mampu menghadirkan rasa nyaman, tentram dan memberikan kebahagia untuk orang lain. Bukan bahagia saat melihatnya saja tapi bisa tersenyum saat bersamaku karena itu merupakan salah satu sumber semangatku (^_^). Aku ingin seperti sirius yang tetap dikenang oleh orang lain meski cahayanya akan pudar...

Senin, 18 Maret 2013

Aku terkena virus menulis...


Ehem... ehem...
Aku benar-benar ingin menulis (^_^).
Ada yang mau tau ceritanya?? baiklah, akan ku cerita kan :) *eh...
Semuanya berawal dari bulan lalu, temanku si yuli, rizki, resti mengirimkan catatannya kepadaku.
Dari situ kemudian aku menjelajah catatan orang-orang termasuk si ama (^^V
Dan baru-baru ini aku memulai menulis.
Tulisanku masih belum bagus sih, belum sebagus bikinan mereka...
Tapi aku percaya dengan belajar, belajar dan terus belajar akan membuat tulisanku kian membaik. hehehee...
Selamat ya buat kalian yang telah menyebarkan virus menulisnya...
Dan membuatku ingin mengikuti jejak kalian (^_^)....
Kini aku baru mengetahui betapa menyenangkan menulis itu,
Apalagi merancang tentang semua mimpi-mimpiku yang bisa ku karang sesuka hatiku...
Jadi ingat kata-kata mbk oki "
bermimpilah! Jadilah seorang pemimpi dengan aksi agar tak menjadi tong kosong nyaring dalam berbunyi atau NATO? Not action talk only?..."
Nah, sekarang ikrarnya "go...go...go... aku pasti bisa...!!"
^_^
fighting!