And untuk kesekian kaliannya hanya bisa mengelus dada *sabar! masih belum rezekinya :3 hiks..
----------------------------------------
GRATIS. TERBUKA UNTUK UMUM.
JAKARTA
Hari / Tanggal : Sabtu, 23 Agustus 2014
Tempat : Auditorium SMA Neg 6 Jakarta, Blok M
( Belakang Blok M Plaza, Terminal Blok M )
Pukul : 10.00 - 16.00
BANDUNG
Hari/ Tanggal : Minggu, 24 Agustus 2014
Tempat : Aula Timur Institute Teknologi Bandung
Pukul : 10.00 - 16.00
Banyak universitas ternama di Jepang yang turut serta dalam pameran pendidikan kali ini.
Tempat Terbatas !!
Untuk pendaftaran, silahkan kirim email dengan format
"Nama Kota ( Jakarta / Bandung ) ", " Nama ", "Sekolah ( instansi) " dan kirim ke sjapan@fujistaff.co.id
Info :
PT Fuji Staff Indonesia
Telp : 021- 2523716
“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik dari pada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah aku lantaran ketidak tahuan mereka” (Abu Bakar As-Shiddiq RA) BagiMulah segala puja puji, dengan hati badan dan lisanku.
Sabtu, 16 Agustus 2014
Sabtu, 29 Maret 2014
book5#Alhamdulillah sudah terbit :)
Bila Jodoh, Tak Akan Kemana
Hikari Hana
“Han..”
Suaranya memecahkan keheningan.
“Ya,
kenapa?” Jawabku singkat tanpa melihat kearahnya.
“Aku
menyukaimu. Maukah kau menjadi pacarku?“ Nada suaranya mulai serius.
“Maaf,
aku tidak bisa” Perasaanku mulai tidak menentu.
“Kalau
begitu, jika kau tidak mau menjadi pacarku…” Ia menghentikan perkataannya
sejenak sambil memikirkan apa yang akan diucapkan, “Maukah kau menjadi
istriku?” Lanjutnya. Kini ia menghentikan sepeda yang dikayuhnya. Melihat dan
menanti jawaban dariku.
Perkataannya
membuatku tertegun. Tanpa disadari kaki ini berhenti melangkah. Seketika
seluruh badan seolah membeku. Dingin, sedingin es batu. Ada rasa takut yang
menghantuhui. Yah, aku takut salah bicara.
Apa
yang bisa dilakukan oleh bocah ingusan sepertiku? Usia yang masih seumur
jagung, masih anak kemarin sore. Sekolah pun masih belum rampung. Ah, mengenai
itu, mengenai pernikahan, untuk saat ini belum. Pikiran itu terlampau jauh buatku.
Meski mayoritas masyarakat desan disini banyak yang telah menikah pada saat
seusiaku, tapi itu tidak berlaku bagiku.
“Sekali
lagi, maaf…” Aku menarik nafas panjang. “Aku masih ingin melanjutkan sekolah,
masih ingin kuliah” aku menjawab dengan pandangan lurus kedepan dan
menimang-nimang apa yang akan dikatanya lagi.
“Aku
akan menunggumu…” Ucapnya dengan memelas.
“Tidak
perlu. Mas, tidak perlu menungguku. Selain aku tidak ingin memberikan harapan
yang belum tentu bisa menepatinya, alangkah baiknya, mas carilah yang lain. Dan
lagi pula…” suaraku berhenti dan mulai berat.
“Lagi
pula… kau tidak menyukaiku?” Ia menyambung perkataanku.
“Maaf.
Dan juga, suatu saat nanti, aku ingin mencari calon yang benar-benar tidak
mengenali sebelumnya, tentu bukan orang yang berasal dari daerah sini” Dengan
kepala tertunduk, aku menjawabnya. Ah, semoga tidak salah bicara.
“Aku
mengerti sekarang. Baiklah, terimakasih atas semuanya. Semoga kau sukses, dik.
Aku pergi dulu” Ucapnya untuk terakhir kali.
Belum
sempat mengatakan sesuatu untuknya, untuk terakhir kalinya. Ia pergi begitu
saja tanpa menunggu satu dua patah dariku. Hanya bisa melihat dari jauh.
Punggungnya memberikan isyarat, ia ingin sendiri, ia tidak ingin diganggu. Maafkan
aku, Mas. Pergi dengan membawa setumpuk luka; kekecewaan. Sepeda mini yang ia
kayuh membawanya semakin jauh dariku, kemudian menghilang.
Setibanya
di rumah, aku menceritakan semua yang terjadi siang itu pada Ibu. Ada setumpuk
air yang tertahankan dan akhirnya air itu pun meleleh. Menangis tersedu-sedu.
Hanya itu yang bisa kulakukan. Menanyakan beruang kali pada ibu, apa aku salah?
Sungguh, tidak ada keinginan melukai perasaannya, tapi aku juga tidak
menginginkan hubungan itu.
Aku
yakin ia bisa melaluinya. Harus bisa! Karena ia lelaki dewasa. Lebih matang
dariku. Tentang rasa, ia akan pergi dengan sendirinya, akan terganti dengan
sendirinya.
Hari
berganti hari. Dengan kesibukanku di sekolah, sedikit demi sedikit mulai melupakan
kejadian itu. Beberapa bulan kemudian, tanpa di duga, aku bertemu kembali.
Disampingnya, ada seorang perempuan yang menemani. Setelah aku tahu, ternyata
ia adalah istrinya. Alhamdulillah. Memang kalau jodoh tidak akan kemana.
“Wanita-wanita yang keji adalah
untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita
yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik
dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur
: 26)
Memperbaiki diri itu sebuah
keharusan. Begitulah aku, sampai detik ini masih belajar. Karena semakin
belajar semakin tahu bahwa ilmu yang diperoleh belum ada apa-apanya. Tentang
jodoh, semua telah aku pasrahkan kepada Allah. Sebaik-baiknya pilihan adalah
pilihanNya. Tugasku hanya satu, memperbaiki diri.
Disudut
jendela, pandanganku tertuju keluar. Mengingat itu semua, hanya bisa tersenyum.
Bagian dari serpihan puzzelku. Langit masih gelap gulita, tapi tidak akan lama
lagi mentari akan keluar dari sangkarnya. Disaat itu langit akan berubah warna,
perpaduan oranye, merah, jingga. Indah sangat indah.
Roda-roda
mulai bergerak. Yah, aku saat ini berada di dalam Kereta Senja Utama Jogja.
Kota yang selalu membuatku merindukan karenanya, seorang sahabat. Sudah
berkali-kali ketempat itu tapi membuang ensensi kekagumanku pada kota itu. Kota
para pejuang. Prol tape purnama jati, salah satu makanan has Jember. Tentunya,
tidak akan melupakan makanan ini untuk oleh-oleh.
Rintikan
hujan menyabut kedatanganku. Selamat datang di kota Gudeg, Jogja berhati
nyaman. Dalam hati yang terdalam, ada keinginan suatu hari bisa menetap di
tepat ini. Mungkinkah, jodohku dari tempat ini? Alahu a’lam.
Jember, 03 Januari 2014
Biodata;
Hikari
Hana adalah nama pena dari Khuszaimah Yanuar. Lahir di Probolinggo, 16 Januari.
Karyanya dimuat dalam beberapa antologi yang telah diterbitkan, antara lain; Karena Ayah mencintaiku, Ketika sudah Lillah,
Biarkan ia kembali dan Untukmu,calon imamku. Penulis bisa dihubungi di akun
Facebook: Hikari Hana atau Email: Hikarihana_93@yahoo.co.id
Selasa, 25 Maret 2014
Rumah baruku
“Sholat jama’ah…” Teriak sala
satu penghuni rumah. “Kalau sholat tepat waktu, jodoh datang tepat waktu!”
Celetuk penghuni rumah yang lain. Semua itu akan selalu ada tiap kali azan
berkumandang, entah itu subuh, dhuhur, asar, magrib atau pun isya. Suara itu
akan terdengar selalu sebanyak salat wajib. Tak pernah absen.
Kini tak ada lagi, aku tak
mendengarnya lagi. Yah, kuakui merindukannya. Bukan hanya suara itu, tapi
kebersamaan yang terjalin di dalamnya. Yang kini kutahu dan menyadari kalau semuanya
tulus, ikatan persaudaraan yang terbentuk karena kecintaannya pada Robbi.
Rumah baruku ini memang keadaanya
lebih baik dari rumah itu. Tapi yang membedakannya, tak ada kau, tak ada kalian
disini yang menemaniku lagi. Tak ada lagi suara itu, tak ada lagi orang-orang
yang selalu menegurku di kala salah. Tak ada lagi tempat untuk berbagi suka
duka yang selalu menguras kalbu. Tak ada lagi…
Senin, 24 Maret 2014
Teruntuk Bapak, Ibu dan Adik yang di rumah
Assalamualaikum…
Bagaimana kabar bapak-ibu? Dik Yuris dan si Embah? Semoga baik-baik saja dan selalu di lindunganNya. Aamiin.
Dinda? Allahamdulillah, baik. Sangat baik. InsyaAllah. Bapak-ibu berserta keluarga di rumah tidak perlu cemas. Sungguh, anakmu ini baik-baik saja di tempat perantauan ini. Percayalah.. :)
Dinda ingin bercerita tentang kejadian akhir-akhir ini. Semoga bapak-ibu beserta keluarga di rumah tidak keberatan mendengar cerita dinda ya..
Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari rabu kemarin, dinda berkunjung ke kampus lama. Tempat yang memiliki sejarah tersendiri bagi dinda. Yah, entah mengapa pagi itu dinda merindukan tempat itu. Bukan hanya tempatnya. Bukan. Karena ada seseorang yang dinda rindukan. Seorang sahabat yang tidak pernah lelah memberikan nasehat. Seseorang sahabat yang tidak pernah lelah memberikan pundanya ketika dinda sedang rapuh akan semuanya.
Di tengah perjalanan ke tempat yang telah di tentukan, dinda mendengar seseorang yang berteriak, “Yeyeennn…”. Suara itu tidak asing ditelinga. Ketika menoleh, beberapa teman satu angkatan sedang asik makan di warung bu kuning. “Yeyeeenn…” terdengar kembali seseorang berteriak. Sekali lagi, hanya bisa menoleh dan mengangkat tangan seraya berkata, “Hey…”. Dan semua berlalu begitu saja. Selain sepeda mini yang dinda kendarain melaju kencang, ada alasan lain. Keadaan yang tidak memungkinkan untuk berhenti. Bukan karena ingin melarikan diri, bukan. Tapi karena ada seseorang yang menunggu dinda di sana. Allah, semoga mereka mengerti.
Lima menit kemudian, ketika meletakkan sepeda pink ini di parkiran sepeda yang letaknya tidak jauh dari masjid Baitul Ilmi, dari arah selatan datang seseorang yang telah lama dinda tidak berjumpa dengannya. Dia kakak angkatan dinda sewaktu masih di mipa. Sayang sekali, hanya bisa bercengkrama sebentar dengannya.
Setelah dinda tepat berada di sebelah masjid, yang terlihat hanya seorang perempuan yang tidak dinda kenal. Di menit berikutnya, meraih handphone dan mengetik pesan, “Ana sudah di Mabail ni”. Sepuluh menit berlalu, tidak kunjung juga ada balasan. Dinda pun kembali mengirim pesan, “Dimana?”.
Mungkin ia sedang kuliah? Ah, biarlah. Bisa menikmati suasa di sini pun sudah senang.
Lima belas menit berlalu, asik dengan mencari tugas kuliah. Tiba-tiba ada satu pesan masuk, ternyata dari ia. “Oke, otw” akhirnya. Sebuah senyuman mengembang begitu saja dari sudut bibir ini.
Hampir satu jam lamanya, ia menemani. Berbagi cerita. Menanyakan ini itu. Sungguh bahagia. Jika saja dinda bisa meminta waktu untuk tidak cepat berlalu, yang dinda inginkan hanya meminta untuk bisa lebih lama dengannya. Wajah yang berseri-seri itu tidak banyak berubah, masih sama dengan dua tahun yang lalu.
Terima kasih untukmu, untuk segalanya. Karenamu pula aku bisa bertahan sejauh ini. Karenamu pula keadaanku saat ini lebih baik daripada dua tahun yang lalu ketika pertama kali kita. Bersyukur atas nikmatNya yang telah mempertemukan kita. Aku mencintaimu karena Allah, insyaAllah.
Ketika rindu seketika datang memburuku, akan kulantunkan do’a untukmu. Yah, selalu tersemat do’a dalam kalbu untukmu. Semoga kita tidak hanya bersahabat di dunia tapi di surgaNya. Aamiin. insyaAllah.
Eh, bapak-ibu tidak boleh menangis ya ketika membaca surat ini, apa lagi si adik :p
Oh, ya, bapak-ibu masih ingat hari ini hari apa? Ya ya ya, dinda tahu kalau hari ini hari minggu. Em.. hari ini, sudah tepat satu bulan lamanya dinda merasakan kuliah di tempat baru, kampus baru. Selalu menjadi penyelundup, itu pertama kali yang dinda rasakan. Tapi dengan bergulirnya waktu, rasa itu mulai berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa. Yah, dinda saat ini sangat menikmati aktivitas ini.
Terima kasih bapak, terima kasih ibu, atas kesempatan ini. Dinda tidak akan membuang kesempatan dan kepercayaan bapak-ibu berlalu begitu saja. Tidak akan. Dinda akan buktikan itu. insyaAllah.
Maafkan dinda, jikalau sampai saat ini dinda tidak bisa melalukan banyak hal untuk bapak-ibu. Saat ini dinda hanya bisa menyusahkan bapak-ibu.
Dan jikalau memang dengan dinda menjadi anak yang sholeha, menjadi anak yang berprestasi bisa membuat bapak-ibu bahagia, bisa membuat bapak-ibu bangga mempunyai anak seperti dinda, dinda akan lakukan itu. Yah, dinda akan berusaha keras untuk menggapai itu semua. Insyaallah.
Bapak-ibu, tolong ingatkan dinda, jika suatu hari nanti akan lupa dengan janji dinda sendiri.
Mungkin, perlu bapak-ibu tahu. Mimpi-mimpi dinda di antaranya; menjadi guru, menjadi dosen, dan menjadi penulis yang bisa menebarkan kebaikan di seluruh Indonesia. Yah, itu tiga di antara sekian banyak mimpi-mimpi yang telah dinda buat. Hanya kekuatan usaha dan do’a yang bisa mengabulkan semuanya. MAN JADDA WAJADA, siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya.
Mohon do’anya untuk dinda ya.. Terima kasih :’)
Dik yuris, adik satu-satunya yang kupunya dan yang kucintai karena Allah. Ambil hikmah dari semua yang terjadi dalam perjalanan hidup kakakmu ini. Dan kakakmu ini berharap banyak padamu, tidak melalukan kesalahan yang sama. Bukannya sebaik-baik manusia adalah ia yang mengambil pelajaran dari hikmah orang lain. Bukankah begitu?
Belajarlah yang rajin, pun kakakmu ini. Ayo kita sama-sama menjadi orang yang bisa membahagiakan kedua orangtua di dunia dan di akhirat kelak :’)
Dinda sudahi dulu ya..
Wassalamualaikum
Jember, 230314
Dinda yang selalu merindukan kebersamaan ini
Dinda? Allahamdulillah, baik. Sangat baik. InsyaAllah. Bapak-ibu berserta keluarga di rumah tidak perlu cemas. Sungguh, anakmu ini baik-baik saja di tempat perantauan ini. Percayalah.. :)
Dinda ingin bercerita tentang kejadian akhir-akhir ini. Semoga bapak-ibu beserta keluarga di rumah tidak keberatan mendengar cerita dinda ya..
Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari rabu kemarin, dinda berkunjung ke kampus lama. Tempat yang memiliki sejarah tersendiri bagi dinda. Yah, entah mengapa pagi itu dinda merindukan tempat itu. Bukan hanya tempatnya. Bukan. Karena ada seseorang yang dinda rindukan. Seorang sahabat yang tidak pernah lelah memberikan nasehat. Seseorang sahabat yang tidak pernah lelah memberikan pundanya ketika dinda sedang rapuh akan semuanya.
Di tengah perjalanan ke tempat yang telah di tentukan, dinda mendengar seseorang yang berteriak, “Yeyeennn…”. Suara itu tidak asing ditelinga. Ketika menoleh, beberapa teman satu angkatan sedang asik makan di warung bu kuning. “Yeyeeenn…” terdengar kembali seseorang berteriak. Sekali lagi, hanya bisa menoleh dan mengangkat tangan seraya berkata, “Hey…”. Dan semua berlalu begitu saja. Selain sepeda mini yang dinda kendarain melaju kencang, ada alasan lain. Keadaan yang tidak memungkinkan untuk berhenti. Bukan karena ingin melarikan diri, bukan. Tapi karena ada seseorang yang menunggu dinda di sana. Allah, semoga mereka mengerti.
Lima menit kemudian, ketika meletakkan sepeda pink ini di parkiran sepeda yang letaknya tidak jauh dari masjid Baitul Ilmi, dari arah selatan datang seseorang yang telah lama dinda tidak berjumpa dengannya. Dia kakak angkatan dinda sewaktu masih di mipa. Sayang sekali, hanya bisa bercengkrama sebentar dengannya.
Setelah dinda tepat berada di sebelah masjid, yang terlihat hanya seorang perempuan yang tidak dinda kenal. Di menit berikutnya, meraih handphone dan mengetik pesan, “Ana sudah di Mabail ni”. Sepuluh menit berlalu, tidak kunjung juga ada balasan. Dinda pun kembali mengirim pesan, “Dimana?”.
Mungkin ia sedang kuliah? Ah, biarlah. Bisa menikmati suasa di sini pun sudah senang.
Lima belas menit berlalu, asik dengan mencari tugas kuliah. Tiba-tiba ada satu pesan masuk, ternyata dari ia. “Oke, otw” akhirnya. Sebuah senyuman mengembang begitu saja dari sudut bibir ini.
Hampir satu jam lamanya, ia menemani. Berbagi cerita. Menanyakan ini itu. Sungguh bahagia. Jika saja dinda bisa meminta waktu untuk tidak cepat berlalu, yang dinda inginkan hanya meminta untuk bisa lebih lama dengannya. Wajah yang berseri-seri itu tidak banyak berubah, masih sama dengan dua tahun yang lalu.
Terima kasih untukmu, untuk segalanya. Karenamu pula aku bisa bertahan sejauh ini. Karenamu pula keadaanku saat ini lebih baik daripada dua tahun yang lalu ketika pertama kali kita. Bersyukur atas nikmatNya yang telah mempertemukan kita. Aku mencintaimu karena Allah, insyaAllah.
Ketika rindu seketika datang memburuku, akan kulantunkan do’a untukmu. Yah, selalu tersemat do’a dalam kalbu untukmu. Semoga kita tidak hanya bersahabat di dunia tapi di surgaNya. Aamiin. insyaAllah.
Eh, bapak-ibu tidak boleh menangis ya ketika membaca surat ini, apa lagi si adik :p
Oh, ya, bapak-ibu masih ingat hari ini hari apa? Ya ya ya, dinda tahu kalau hari ini hari minggu. Em.. hari ini, sudah tepat satu bulan lamanya dinda merasakan kuliah di tempat baru, kampus baru. Selalu menjadi penyelundup, itu pertama kali yang dinda rasakan. Tapi dengan bergulirnya waktu, rasa itu mulai berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa. Yah, dinda saat ini sangat menikmati aktivitas ini.
Terima kasih bapak, terima kasih ibu, atas kesempatan ini. Dinda tidak akan membuang kesempatan dan kepercayaan bapak-ibu berlalu begitu saja. Tidak akan. Dinda akan buktikan itu. insyaAllah.
Maafkan dinda, jikalau sampai saat ini dinda tidak bisa melalukan banyak hal untuk bapak-ibu. Saat ini dinda hanya bisa menyusahkan bapak-ibu.
Dan jikalau memang dengan dinda menjadi anak yang sholeha, menjadi anak yang berprestasi bisa membuat bapak-ibu bahagia, bisa membuat bapak-ibu bangga mempunyai anak seperti dinda, dinda akan lakukan itu. Yah, dinda akan berusaha keras untuk menggapai itu semua. Insyaallah.
Bapak-ibu, tolong ingatkan dinda, jika suatu hari nanti akan lupa dengan janji dinda sendiri.
Mungkin, perlu bapak-ibu tahu. Mimpi-mimpi dinda di antaranya; menjadi guru, menjadi dosen, dan menjadi penulis yang bisa menebarkan kebaikan di seluruh Indonesia. Yah, itu tiga di antara sekian banyak mimpi-mimpi yang telah dinda buat. Hanya kekuatan usaha dan do’a yang bisa mengabulkan semuanya. MAN JADDA WAJADA, siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya.
Mohon do’anya untuk dinda ya.. Terima kasih :’)
Dik yuris, adik satu-satunya yang kupunya dan yang kucintai karena Allah. Ambil hikmah dari semua yang terjadi dalam perjalanan hidup kakakmu ini. Dan kakakmu ini berharap banyak padamu, tidak melalukan kesalahan yang sama. Bukannya sebaik-baik manusia adalah ia yang mengambil pelajaran dari hikmah orang lain. Bukankah begitu?
Belajarlah yang rajin, pun kakakmu ini. Ayo kita sama-sama menjadi orang yang bisa membahagiakan kedua orangtua di dunia dan di akhirat kelak :’)
Dinda sudahi dulu ya..
Wassalamualaikum
Jember, 230314
Dinda yang selalu merindukan kebersamaan ini
Selasa, 11 Maret 2014
Info :)
#KampusFiksi road show Malang
Setelah
sukses wira-wiri di Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, hingga Jawa Barat,
untuk pertama kalinya #KampusFiksi road show akan menyambangi salah satu
kota di Jawa Timur. Pada April nanti, #KampusFiksi akan hadir menyapa
DIVAmate di kota Malang dan sekitarnya.
Disebabkan animo Divamate yang begitu
besar dalam mengikuti #KampusFiksi dan karena keterbatasan tempat dalam
#KampusFiksi regular, maka Penerbit DIVA Press dengan bangga
mempersembahkan #Kampus Fiksi road show Malang yang insya Allah akan
diadakan pada:
Tanggal : Minggu, 20 April 2014
Waktu : 10.00 – 14.00 WIB
Tempat : Perpusda Kota Malang
Pendaftaran:
- Silakan mengirimkan pernyataan kesanggupan mengikuti acara #KampusFiksiMalang sampai selesai.
- Surat pernyataan dikirimkan via email bersama biodata yang berisi nama, alamat lengkap, dan no HP.
- Surat pernyataan dan biodata singkat dikirimkan dalam bentuk lampiran email (attachment) dan bukan di badan email.
- Kirimkan semua data di atas ke email: kampusfiksi.divapress@gmail.com dengan subjek atau judul email “KampusFiksiMalang.”
- Pendaftaran dibuka mulai tanggal 7 Maret 2014
- Tidak ada batasan usia.
- Acara ini 100% GRATIS!!!
Fasilitas:
• Setiap peserta akan mendapatkan Silabus Menulis Fiksi, Makan Siang, dan doorprize.
• Tersedia 150 kursi.
NB:
• Acara ini hanya diperuntukkan bagi kalian yang benar-benar SERIUS
ingin mengikuti #KampusFiksi Road Show. Diharapkan dengan amat sangat
agar peserta yang lolos sebisa mungkin hadir di acara. Banyak teman yang
sangat ingin mendaftar tetapi apa daya jumlah kursi terbatas atau jauh
dari lokasi. So, please jangan sia-siakan kesempatan emas (dan gratis)
ini.
- Peserta yang punya naskah FIKSI dan ingin diterbitkan (melalui jalur evaluasi) di DIVA Press silakan diserahkan ke panitia (bentuk naskah: hardcopy/DVD) di lokasi acara.
• Bagi peserta yang terlambat
mendaftar, dipersilakan untuk tetap datang ke lokasi pada hari H, tetapi
tidak mendapatkan snack dan silabus menulis fiksi (kecuali jika
persediaan masih ada). Pokoknya semua boleh ikutan bertanya dan rebutan
doorprize kok. Kita semua seru-seruan bareng, baik yang terdaftar maupun
tidak.
Senin, 27 Januari 2014
Belajar dari cerita "Alice and The Wonderland"
Cerita singkatnya;
Alice
tersesat di Wonderland. Di suatu persimpangan, ada dua jalan. Bingung,
jalan yang mana yang harus ditempuhnya. Disaat itu pula, dia melihat
se-ekor kucing tengah duduk di persimpangan. Kemudian dia bertanya
kepada kucing itu.
Alice: “Wahai kucing, tunjukkan jalan mana yang harusnya aku tempuh?”
Kucing kemudian bertanya balik kepada Alice.
Kucing: “Engkau hendak kemana?”
Alice: “Aku tidak tahu, tunjukkan saja yang mana menurutmu.”
Kucing: “Kalau begitu tidak ada bedanya, apakah engkau memilih jalan yang ini atau yang ini,” kucing menutup pembicaraan.
Cuplikan cerita si Alice di atas mengingatkan pada sala satu kisah saya yang terjadi baru-baru ini :)
Ketika
dihadapkan dengan dua pilihan, apapun itu, semua keputusan ada ditangan
kita sendiri. Semua pilihan ada konsekuansinya dan kita tidak dapat
menentukan apa konsekuensi yang diperoleh nantinya dari pilihan yang
telah kita buat. Karena tidak ada yang dapat mengetahui masa depan,
kecuali Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya.
Manakah
yang lebih baik, ini atau itu? Allahu 'alam. Namun, ini pilihan yang
saya pilih dan insyaAllah yang terbaik. Saat ini yang perlu saya lakukan
adalah menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Tetap bersyukur karena masih
diberi kesempatan yang kedua. Menyesali? Saya rasa tidak perlu, semua
ada hikmahnya.
Jumat, 10 Januari 2014
Book4#segera terbit :)
Malam
semakin pekat, satu jam lagi tepat tenggah malam. Aku belum bisa
terlelap. Dari luar kamar tak terdengar suara kehidupan lagi, sunyi
senyap. Sesekali terdengar suara jangkrik yang memecahkan kesunyian
malam. Mungkin, mereka telah asik melang-lang buana di dunia mimpi.
Sedangkan aku, menyibukkan diri di dunia maya ditemani si Nahl, laptop kesayanganku.
Ketika sedang asik membaca catatan orang, mencari informasi lomba dan lain sebagainya. Tiba-tiba handphone-ku berdering, sms masuk dari sahabat Jogja. Ah, tumben tengah malam begini sms. Firasatku mulai tak enak.
Kuraih handphone dan membacanya, “Kencangkan doa, baca Al-Faatihah untuk saudara kita, Anisyah yang sedang melawan kritisnya”.
Deg! Jantungku terasa berhenti. Untuk kesekian kali, Ia melawan kritisnya.
Allahu..
kuatkan ia. Aku percaya ia kuat, buktinya, beberapa kali berhasil
melawan kritisnya. Aku tau, Allah sedang menguji kesabaran dan keiklasan
yang dimilikinya. Menguji sejauh mana bisa bertahan menggapai cintaNya.
***@@@***
Ditemani
mushaf biru, aku menanti seorang teman di serambi masjid Mujahiddin.
Beberapa menit kemudian, melalui pesan singkat, memberitahu bahwa Ia
sedang menungguku di tempat semula, sekret. Aku pun merapikan barang
bawaan dan bergegas menghampirinya.
“Assalamualaikum mbak Giant..” ucapku dari luar. Sambil menanti jawaban darinya, aku langsung
saja melangkah ke dalam sesuai permintaannya tadi.
“Walaikumsalam..”
terdengar jawaban serempak dari dalam. Aku mencari suara itu berasal.
Tak begitu sulit mencarinya, karena ruangan ini hanya di bagi menjadi
dua bagian. Antara ruangan Ikhwan dan Akhwat dibatasi oleh kain pembatas.
Mendahulukan bagian kepala daripada badanku. Yah, itu yang kulakukan, mencari kepastian tempatnya.
“Hei, ayo masuk!” teriak mbak Giant ketika melihat tingkahku.
Bola mataku beraduh pandang dengan akhwat
yang di sebelahnya. Ah, siapa dia? Teduh. Membuatku ingin berlama-lama
menatapnya. Perkenalan yang sangat singkat, namun tak membuat hati
kecewa. Dengan waktu sesingkat itu membuat kami semakin dekat. Anisyah
Fatihah Haibara, kini nama itu masuk dalam deretan salah satu orang yang
memotivasiku.
***@@@***
“Sedang tidak sadar. Kirimkan tilawah.. sebanyak-banyaknya” pesan masuk hampir tenggah malam. Ya Allah, berikan yang terbaik untuknya.
Delapan menit kemudian, pesan masuk lagi “Sudah tidak ada. Tinggal kenangan terindah..”
Dada
terasa sesak, bendungan menyeruak meminta keluar, tak bisa ditahan
lagi. Aku menangis terisak-isak. Aku ingin menjerit! Tak percaya. Benar
kah berita ini? Ini kah yang dinama kan firasat? Tak bisa cepat terlelap
seperti biasanya.
Rasanya baru kemarin mengenal sosoknya.
Baru kemarin aku menengoknya di rumah sakit. Kini ia pergi
meninggalkanku. Pergi dan tak kembali. Aku sangat menyayangimu, namun
Allah lebih menyayangimu.
Hari ini banyak airmata yang
jatuh, meski setetes semoga dapat menyuburkan keikhlasan dihati. Semua
berasal dari Allah, semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah
pula.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh
ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang memperdayakan.” (Q.S Ali Imran: 185)
Memoriku bersamamu akan kusimpan dalam ruang hatiku. Semoga kelak kita berkumpul kembali di JannahNya. Aamiin.
Jember, 24 Nopember 2013
Terimakasih kau telah hadir dalam hidupku.
Aku mencintaimu karena Allah, mbk Anisyah. 220813.
______________________________________________________________________________________
Biodata Penulis;
Hikari
Hana adalah nama pena dari Khuszaimah Yanuar yang berasal dari kota
Probolinggo Jawa Timur. Ia baru terjun di dunia kepenulisan, beberapa
bku antaloginya: Surat untukmu, calon Imamku; Ketika sudah Lillah; Dan Karena Ayah mencintaiku. Penulis dapat dihubungi lewat e-mail HikariHana_93@yahoo.co.id, facebook Hikari Hana.
______________________________________________________________________________________
Langganan:
Postingan (Atom)


