Selasa, 03 November 2015

Di antara dua pilihan...


Malam ini, ingin terus menulis :D Sudah lama banget nggak nulis di blog, jadi kangen *upss...

Pembahasan kali ini tentang "di antara dua pilihan". Hidup tanpa pilihan, bagaimana jadinya? Hidup ini penuh dengan pilihan, pastinya.

Jika kau terlahir sebagai orang miskin, jangan pernah menyalahkan orang tua. Tetapi salahkan dirimu sendiri, kenapa kamu diam saja tanpa mau berusaha untuk mengubah kehidupanmu menjadi lebih baik? -kutipan-
Like :D kata-katanya keren ya? hehee..
Pernah menyalahkan orang tua dengan keadaan sekarang? Jenuh dengan hidup kekurangan? Sebagian dari kalian pasti pernaaahhhh... *eh, termasuk nggak ya?

Meskipun orang tua cukup berada, apa mau terus-terus selalu bergantung? Tidak! Harus mandiri ya :D untuk seukuran pelajar dan mahasiswa, apa yang harus dilakukan? Jika bekerja, pekerjaan apa yang tidak mengganggu sekolah ataupun kuliah? Sedangkan kita tau keduanya sangat menyita waktu. Ada yang tau Nabi Muhammad ketika masih mudah melakukan pekerjaan apa? Berdagang. Yup, betul sekali. Jika kita ingin mendapatkan penghasilan tanpa menunggu lulus SMA atau kuliah, lakukan itu. Berbisnis. Cara paling cepat untuk mendapatkan penghasilan dan bisa dilakukan tanpa mengganggu aktifitas keduanya.

Terus bagaimana dengan orang yang sudah memiliki perkerjaan? Lakukan itu juga! Apa salahnya bekerja sambil berbisnis. Pasti mau ya dapat tambahan income? Apalagi tambahannya lebih besar dari hasil bekerja. Woww...

Di luar sana, ada yang sukses dan ada yang tidak. Padahal sama-sama memiliki kesempatan untuk sukses, tapi bagi sebagian orang tidak mengambil kesempatan itu. Ya, kesuksesan hanya datang kepada orang yang mau sukses.

Sukses di sini bukan hanya tentang uang, tapi bagaimana kita bisa membantu banyak orang di sekeliling kita.

Ada kutipan dari motivator baru saya, mbak merry riana.
"...tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan."
Lakukan sesuatu yang luar biasa untuk mengubah kehidupanmu di masa depan. Jangan pernah ragu selagi itu baik untukmu dan orang lain. You Can Do It!!

_____________________
Saya telah mengambil keputusan atau langkah awal. Next time, semoga bisa segera mencoret satu persatu impian yang telah terwujud.


Tentang Impian

Beberapa bulan terakhir, saya ngebet banget untuk jalan-jalan keluar negeri. Untuk lebih memotivasi diri, saya sering membuat status di bb,  salah satu contohnya, "You Can Do it!! Kamu harus ke Taiwan Januari 2016!! Pasti bisa dan sangat bisa!!".

Salah satu impian saya bisa keliling dunia seperti Bunda Asma Nadia. Jilbab Traveller. Saya ingin membuktikan sendiri bahwa kita -wanita- bisa keliling dunia tanpa melepas jilbab, karena semua itu bukanlah penghalang. Yes, jilbab malah membuat kita lebih terlindungi.

Kemarin, sekitar jam 23.03 Wib. Ada pesan masuk di bb, seorang teman memberikan nasehat/masukan. Sebelum itu, terima kasih sekali loh sudah perhatian atau peduli dengan saya. Ia mengatakan, "kenapa kamu ngebet banget ke Thailand dan Las Vegas? Padahal dua negara tersebut nggak islami banget kataku. Bahkan bukan aku aja loh yang sempet mikir, kok kamu nggak ngebet ke makkah si?".

Makkah wajib bagi saya! Memang benar, lagi ngebet untuk keluar negeri, tapi bukan berarti Makkah tidak ada dalam prioritas saya. Dreams book. Semua sudah ada di dalam buku impian.

Dua negara yang nggak Islami? Menurut saya, lihat dulu apa tujuan untuk ke sana. Pandangan orang beda-beda loh... Pernah dengar atau tau hadist ini, “Uthlubul ‘ilma walaw bishshiin, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina". Asal niatannya baik, no problem. Siapa tau dari perjalanan keluar negeri itu kita bisa lebih bersyukur dengan Agama Islam. Positif thingking.

Saya jadi kepo dengan buku ini, "Haram keliling dunia" :D

Selasa, 20 Januari 2015

MENGATASI KONFLIK IBU DAN ANAK

hikari hana
Perbedaan pendapat dengan orang tua, terlebih dengan ibu, bagi sebagian wanita mungkin sudah tidak asing lagi. Faktor penyebabnya bermacam-macam, seperti: perihal pekerjaan rumah, sekolah, uang, atau karena pemikiran yang berbeda. Apabila dibiarkan berlanjut akan mengakibatkan masalah yang akan menimbulkan penyakit hati di antara kedua belah pihak.
 
Keadaan tersebut tidak akan terjadi apabila kedua belah pihak saling memahami, dalam arti ibu memahami posisi anak dan begitupun sebaliknya, anak harus memahami juga posisi ibu. Tugas utama seorang ibu adalah mengatur rumah tangga dan tugasnya di luar rumah, baik untuk bersosialisasi dengan orang sekitar ataupun untuk menuntut ilmu. Sedangkan anak mempunyai hak dan kewajiban pribadi, seperti bersosialisasi dengan teman-teman, menuntut ilmu ataupun mengembangkan potensi diri.

Islam mengajarkan agar seorang anak berbuat baik dengan kedua orang tuanya, karena itu tidak seharusnya terjadi keributan di dalam rumah antara anak dan ibu. Apalagi sampai tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari, hal itu yang dilarang dalam Islam. “Kami telah mewasiatkan kepada manusia untuk berbuat kebaikan terhadap kedua orang tuanya.” (Al-Ankabut: 8).

Berikut ini cara mencegah konflik atau pendekatan antara anak dan ibu menurut Supatmiati (2007; 160), yaitu:
1. antara ibu dan anak seharusnya menyamakan persepsi, minimal saling memahami. Misal ada seorang muslimah mempunyai ibu yang menolak anaknya berpakaian busana tertutup. Sementara anaknya masih teguh untuk menjalankan itu, maka yang perlu dilakukan adalah menjelaskan kepada ibunya tentang prinsip kenapa menggunakan busana seperti itu. Menjelaskan dengan bahasa yang baik dan lembut sehingga tidak terlihat menggurui, dengan demikian ibu akan menghargai prinsip anaknya.
2.  anak memahami tugas ibu. Suatu saat semua wanita akan menjadi ibu, karena itu harus tahu tugas dan kewajiban sebagai ibu, baik di rumah maupun di masyarakat. Misal mengurus dan mengatur rumah tangga.
3. ibu berbagi tugas dengan anak. Membantu ibu itu wajib. Apabila beliau meminta bantuan, sebagai anak wajib membantu. Namun kalau ada situasi tertentu yang tidak memungkinkan anak membantu ibunya, maka anak perlu menjelaskan kepada beliau seberapa jauh kesanggupan untuk membantu. Misal ada hari libur anak bisa membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tetapi pada hari kerja atau sekolah, kegiatan ini bisa dikerjakan pada waktu luang selesai anak beraktivitas di luar rumah.
4.  anak mengatur waktu supaya kepetingan pribadi tidak berbenturan dengan kepentingan ibu. Misal di rumah sedang ada acara makan bersama dengan keluarga besar, tetapi pada saat yang bersamaan anak mempunyai acara di luar rumah. Apabila acara anak tersebut bisa ditunda atau tidak terlalu penting untuk diikuti, maka sebaiknya anak lebih mengutamakan acara keluarga.

Pada intinya perbedaan pendapat antara ibu dan anak terletak pada komunikasi. Apabila komunikasi berjalan dengan baik, maka akan meminimalisir konflik di antara keduanya. Ibu dan anak bisa saling memahami satu sama lain, serta dapat memecahkan masalah bersama.

Daftar Pustaka
Kelompok Gema Insani. 2005. Al-Qur’an Terjemahan. Jakarta: Al-Huda.
Supatmiati, Asri. 2007. The World of Me. Jakarta: Gema Insani Press.

Senin, 19 Januari 2015

Lilin Kenangan

"Umur bertambah dan jatah usiaku makin berkurang...."

Empat hari yang lalu, lebih tepatnya tanggal 16 Januari adalah hari kelahiranku. Alhamdulillah ya masih diberi kesempatan untuk bernapas oleh-Nya.

Setahun ini banyak peristiwa penting yang telah terjadi dalam hidupku. Pahit, manis, asam, asin dan hambar; semuanya ada. Haruskah aku protes kepada-Nya? Ah, tidak! Aku selalu berharap semua ini yang 'terbaik untukku'. Bukankah sebaik-baiknya rencana adalah rencana-Nya? Ya, berpikir positif dan berusaha mengatasi semua ini dengan cara yang terbaik. InsyaAllah.

Bagaimana dengan mimpi-mimpiku? Entahlah, masih banyak yang terbengkalai :(

Untuk kalian yang mendoakanku; baik yang terang-terangan maupun yang tidak aku ketahui. Kuucapkan terima kasih banyak untuk kalian, semoga Allah membalasnya yang lebih baik. Aamiin. Maaf belum bisa membalas satu persatu; sms atau yang di facebook.

Ada moment paling so sweet yang terjadi sabtu kemarin. Aku menyebutnya, "Lilin Kenangan".

Ketika aku sedang terlena dengan buaian kasur. Ketika aku berpikir ingin menelpon seseorang yang jauh di sana. Tiba-tiba tante masuk kamar dengan membawa coklat dan di atasnya ada lilin yang menghiasi. "Selamat ulang tahun sayang...." Ujar Tante.

Mimpi apa aku semalam? Tante memberikanku sebuah kejutan? 
Tanteee.... tante berhasil membuatku menagis haru dipelukkanmu. Hiks. 
Tante Ony, arigatoo gozaimasu (^^-)....
 
--Bahagia itu sederhana. Seperti kau membawakanku coklat dan lilin di atasnya. 
Tak perlu mahal, karena yang membuatku bahagia saat menerimanya adalah tante melakukan ini dengan tulus. Ya, aku bisa merasakannya saat itu.--

Minggu, 21 Desember 2014

(1) NPSP

Ehm... Assalamualaikum sahabat semuanya :) Kali ini saya ingin mempublikasikan karya saya yang berupa menggunakan program Adobe Flash CS3. Ceritanya nih, ikhwan dan akhwat yang baru nikah lagi asik pacaran :D hehe. Gambar ini termotivasi dari salah satu buku yang lagi saya baca, judulnya "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" karya Ustadz Salim A Fillah. #ups, ketahuan deh...


Seharusnya kita belajar dari matahari yang mencintai bumi.
Ia mendekat kepada sang kekasih, maka akan membuatnya binasa.
-kutipan-

Maksudnya, cukup mencintai seseorang yang halal bagimu. Memang benar kita tak akan pernah tahu tentang rasa itu kapan akan datang dan pergi, tapi setidaknya kita berusaha merahasiakannya. Ya, mencintai dalam diam supaya syaithan tak mengetahuinya. Biarlah Allah yang menentukan mana yang terbaik buatmu...

Minggu, 02 November 2014

SATU LANGKAH MEWUJUDKAN MIMPI

Hikari Hana 
"Bukan seberapa besar mimpi itu, tetapi seberapa besar usaha untuk mimpi tersebut." Demikian kata-kata Pak Balia, salah satu tokoh dalam novel Sang Pemimpi yang menjadi inspirasi bagi Ikal dan Arai menaklukkan mimpi. Mimpi ibarat sebuah tujuan, sehingga harus dituliskan secara nyata dan jangan hanya diingat karena pasti akan lupa. Biarlah goresan pena di atas kertas menjadi saksi bisu atas mimpi-mimpi yang telah terukir. Sehingga suatu saat nanti yang tersisa hanyalah coretan demi coretan yang telah tercapai.

Impian itu bermula dari kata dasar mimpi. Pengertian mimpi dari segi bahasa adalah bunga tidur. Sedangkan dari segi istilah, mimpi adalah sebuah cita-cita yang harus diraih. Mimpi itu gratis, semua orang boleh memilikinya. Meskipun orang lain tertawa atau menganggap impian itu hanyalah mimpi belaka, maka tetaplah fokus! Anggap saja itu sebagai bentuk motivasi. Jangan sampai menjadi seorang pemimpi saja, tetapi harus berusaha dan berjuang dengan melakukan tindakan-tindakan nyata. Berkomitmen dengan impian dalam kondisi apapun, baik suka maupun duka dan jangan pernah menyerah sehingga impian itu benar-benar terwujud.

Perjalanan menuju impian tidak selamanya mulus. Terkadang harus tertatih-tatih lebih dahulu sehingga nantinya mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika sudah berusaha mengoptimalkan semua, ikhtiar telah dilakukan, terakhir jangan lupa berdoa untuk hasil akhirnya. Pasrahkan semua itu kepada Allah. Biarlah Dia mengabulkan harapan dan keinginan itu dengan cara-Nya sendiri.

Berdoa dengan sungguh-sungguh membuat keinginan semakin kuat. Hal itu menunjukkan kesungguhan hati dan keyakinan semakin dalam akan kekuatan mimpi. Teruslah berdoa! Allah akan memberikan apa yang diinginkan setiap hamba-Nya pada saat yang terbaik. Allah menerima semua doa, baik itu yang tersembunyi atau terang-terangan. Bila terjadi kegagalan, tetap berprasangka baik kepada-Nya, karena kesuksesan itu berawal dari kegagalan dan hanya dapat diraih dengan kerja keras. Jangan berharap kesuksesan datang secara cepat dan kebetulan, tetapi kesuksesan datang berdasarkan  usaha dan ketentuan-Nya. Berdoa tidak hanya dalam keadaan sulit tetapi setiap saat. Ketika kegagalan datang, doa adalah senjata terakhir untuk membangkitkan kembali motivasi. Oleh karena itu, berdoa dalam setiap usaha sangat penting, karena tidak hanya sebagai penguat tujuan tetapi juga untuk memelihara kedekatan pada Allah.

Ada sebuah kisah yang membuktikan bahwa kekuatan mimpi mampu memotivasi seseorang hingga menghasilkan perubahan yang luar biasa. Berikut ini merupakan satu diantara sekian banyak kisah yang telah berhasil mewujudkan mimpinya.

Sang pembuat jejak

“Apapun yang terjadi, itu adalah yang terbaik dari Allah”, begitulah motto hidup pemilik nama dari Danang Ambar Prabowo. Namanya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar mahasiswa. Melalui film dokumenter yang menceritakan perjalanan menggapai impiannya dengan menuliskan di atas lembaran kertas itulah yang memberi banyak motivasi bagi para mahasiswa.

Danang bertekad untuk mewujudkan doa dan harapan kedua orang tuanya untuk meraih kesuksesan. Ledakan motivasinya berawal dari pertemua dengan Ustad Aris Ahmad Jaya yang mampu menghipnotis dengan kata-kata yang luar biasa, sehingga dari sanalah sang pembuat jejak bermula. 

“Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpi itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mimpi-mimpi tersebut hanya disimpan dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Sehingga tidak jarang mimpi yang dipendam dalam ingatan akan terhapus.

Danang menuliskan 100 target hidupnya dalam dua lembar kertas buram, beliau tidak peduli dengan komentar orang lain yang menertawakan mimpinya itu. Pada akhirnya, waktu menjadi saksi keberhasilan beliau mencapai mimpi-mimpi itu. Satu persatu rincian targetnya tercoret. Danang membuktikan pada semua orang yang dulu meragukan kemampuannya, bahwa Allah telah mewujudkan mimpi yang dulu hanya tertulis dalam selembar kertas. Danang menjadi mahasiswa berprestasi hingga tingkat nasional, menjadi yang terbaik diantara yang baik. Pemuda itu juga berhasil ikut Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional.

“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?”

Kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu, beliau melihat target nomor 83 bertuliskan, “Ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri setamat di IPB”. Ternyata Allah membukakan jalan baginya sampai ke Negeri Sakura, Jepang.

Memetik selaksa hikmah dari pengalaman hidup Danang, ini salah satu kisah di antara sekian banyak kisah orang yang percaya akan kekuatan mimpi dan doa. Sungguh begitu luar biasa kekuatan sebuah mimpi itu. Sekarang, tunggu apa lagi? Bergegaslah! Tuliskan mimpi-mimpi besar itu secara nyata. Tanamkan pada diri, “Pasti bisa!”. Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh passti berhasil.

Note: 
Tulisan ini telah direvisi untuk menyelesaikan tugas kuliah "Dasar-dasar Menulis".

Thanks for you
--Mbak Ulin yang tidak pernah lelah untuk mengajari dan mengoreksi tulisan-tulisan saya :)
--Mbak Resti yang sudah memberikan saya masukan atas idenya :)
--Pak Edy Hasan, salah satu dosen favorit saya :D suka dengan cara mengajar bapak (y)
--Dan para pembaca blog ini, terima kasih sudah mau mampir :) ditunggu kritik-sarannya...

Sabtu, 16 Agustus 2014

PAMERAN PENDIDIKAN JEPANG

And untuk kesekian kaliannya hanya bisa mengelus dada *sabar! masih belum rezekinya :3 hiks..

----------------------------------------

GRATIS. TERBUKA UNTUK UMUM.

JAKARTA
Hari / Tanggal : Sabtu, 23 Agustus 2014
Tempat : Auditorium SMA Neg 6 Jakarta, Blok M
( Belakang Blok M Plaza, Terminal Blok M )
Pukul : 10.00 - 16.00

BANDUNG
Hari/ Tanggal : Minggu, 24 Agustus 2014
Tempat : Aula Timur Institute Teknologi Bandung
Pukul : 10.00 - 16.00

Banyak universitas ternama di Jepang yang turut serta dalam pameran pendidikan kali ini.

Tempat Terbatas !!
Untuk pendaftaran, silahkan kirim email dengan format
"Nama Kota ( Jakarta / Bandung ) ", " Nama ", "Sekolah ( instansi) " dan kirim ke sjapan@fujistaff.co.id

Info :
PT Fuji Staff Indonesia
Telp : 021- 2523716