Jumat, 06 November 2015

Pantun Nasehat


    Oleh: Hikari Hana

    Beli baju tanpa lengan
Memakainya dengan senang hati
Mari jaga pandangan
Sama jaga hati

Indahnya berbagi
Dengan para peri
Indahnya saling memberi
Berarti membuka pintu Rizki

Beli kain di toko sopi
Belum cocok sampai ke hati
Jilbab buka topi
Yang bisa dilepas sesuka hati

Mereka bilang
Zaman dinosaurus zaman kuno
Siapa bilang
Pakai jilbab itu kuno?

Sungguh merugi
Jika hati menjauh dari sang illahi
Mari kembali
Mendekat pada sang Robbi


Indahnya pacaran
Jika sudah menikah
Berkahnya pacaran
Jika bersama pasangan yang sah

Paling asik berkelana
Eh melihat gadis berkacamata
Kematian adalah hal biasa
Syahid adalah cita-cita

Ibu suka memasak
Ayah suka makan peti
Waspada dengan tipisnya jarak
Antara hidup dan mati

Waktu jangan pernah disiakan
Karena tak bisa diulang kembali
Masa usia jangan disiakan
Karena takkan pernah kembali

Meski nenek sudah tua
Masih suka minum jamu
Tiada muda maupun tua
Semua boleh menimba ilmu
 ___________
*Pantun ini dibuat untuk menyelesaikan tugas menulis karya sastra

Pantun orang tua



Oleh: Hikari Hana
 
Ibu sedang berbunga-bunga
Melihat kakak bertemu sang pangeran hati
Orang tua penuntun anak ke Surga
Agar nanti di tolong si belahan hati

Adik suka belajar
Meski tak pandai semoga kelak berguna
Walau Surga dunia kian terhampar
Kita tetap tak boleh terlena

Edelwiss memanglah bunga
Abadi takkan pernah mati
Manusia tetaplah manusia
Tak mengenal usia, semua akan mati

Mengukir jejak perjalanan
Sejenak ingin berhenti
Harta dunia yang di timbun
Takkan bisa di bawa sampai mati

Dunia penuh warna dan menggoda
Buatmu lupa akan Tuhan yang Maha Esa
Jika terlena kenikmatan dunia
Selamat menikmati siksa api neraka

Nenek membeli mengkudu
Setengahnya diberikan kepadaku
Linangan air mata sesal mengadu
Robb, sudikah memberi ampun untukku?

Keindahan takkan hilang oleh zaman
Melihat pantai elok warnanya
Ketika Allah memangilmu dengan seruan adzan
Bergegaslah untuk memenuhi panggilan-Nya

Naik kereta melewati lorong
Membawa buah tangan sekarung
Kelak tak akan ada yang mampu menolong
Selain amalan kebaikan yang telah di tabung

Yang lalu biarlah berlalu
Telah lama kutunggu pertemuan denganmu
Membiasakan yang halal dulu
Sebelum haram membunuh jiwa ragamu

Jalan-jalan ke taman
Paling asik pergi denganmu
Allah tidak pernah meninggalkanmu sendirian
Di saat manusia meninggalkanmu
____________
*Pantun ini dibuat untuk menyelesaikan tugas menulis karya sastra

Pilih yang mana?

Teman, pernahkah kalian terhimpit di antara dua pilihan? Beberapa hari ini, itu yang terjadi padaku. Bagiku kedua-duanya sangat berarti. Namun aku belum bisa menjalankan secara bersamaan. Pilihan yang berat jika aku diminta untuk memilih salah satunya.

Amanah itu sudah ada lebih dulu. Alasan mengambil amanah, aku ingin memberikan kontribusi di sana. Di sisi lain, juga ingin menyalurkan impian yang ingin "menginspirasi banyak orang melalui tulisan".

Memang benar, sekitar tiga tahun yang lalu, aku begitu aktif memberikan kontribusi di suatu organisasi yang membuat aku mengambil keputusan besar untuk berhijrah. Sekarang, jika aku ditanya tentang kenapa aku begitu berbeda memberikan kontribusi kepada organisasi saat ini? Ada beberapa hal yang ingin aku capai lebih dahulu. Ada beberapa hal yang aku pertimbangkan. Permasalah yang telah terlanjut aku buat, ingin aku selesaikan sendiri. Itu adalah salah satu dari sekian banyak pertimbangan yang aku ambil.

Mengenai potensi, semua orang memiliki potensi. Yang membedakan adalah sejauh mana orang tersebut menggali potensi itu sendiri.

Aku sama dengan orang lain. Memiliki impian, bahkan aku menulis semua keinginan itu di dalam dreams book. Ketika beberapa teman tahu tentang impianku, mereka tertawa. Semakin banyak orang yang menertawakan impianku, semakin ingin cepat aku capai satu persatu impian itu. Mereka bagai cambuk buatku.

Selasa, 03 November 2015

Di antara dua pilihan...


Malam ini, ingin terus menulis :D Sudah lama banget nggak nulis di blog, jadi kangen *upss...

Pembahasan kali ini tentang "di antara dua pilihan". Hidup tanpa pilihan, bagaimana jadinya? Hidup ini penuh dengan pilihan, pastinya.

Jika kau terlahir sebagai orang miskin, jangan pernah menyalahkan orang tua. Tetapi salahkan dirimu sendiri, kenapa kamu diam saja tanpa mau berusaha untuk mengubah kehidupanmu menjadi lebih baik? -kutipan-
Like :D kata-katanya keren ya? hehee..
Pernah menyalahkan orang tua dengan keadaan sekarang? Jenuh dengan hidup kekurangan? Sebagian dari kalian pasti pernaaahhhh... *eh, termasuk nggak ya?

Meskipun orang tua cukup berada, apa mau terus-terus selalu bergantung? Tidak! Harus mandiri ya :D untuk seukuran pelajar dan mahasiswa, apa yang harus dilakukan? Jika bekerja, pekerjaan apa yang tidak mengganggu sekolah ataupun kuliah? Sedangkan kita tau keduanya sangat menyita waktu. Ada yang tau Nabi Muhammad ketika masih mudah melakukan pekerjaan apa? Berdagang. Yup, betul sekali. Jika kita ingin mendapatkan penghasilan tanpa menunggu lulus SMA atau kuliah, lakukan itu. Berbisnis. Cara paling cepat untuk mendapatkan penghasilan dan bisa dilakukan tanpa mengganggu aktifitas keduanya.

Terus bagaimana dengan orang yang sudah memiliki perkerjaan? Lakukan itu juga! Apa salahnya bekerja sambil berbisnis. Pasti mau ya dapat tambahan income? Apalagi tambahannya lebih besar dari hasil bekerja. Woww...

Di luar sana, ada yang sukses dan ada yang tidak. Padahal sama-sama memiliki kesempatan untuk sukses, tapi bagi sebagian orang tidak mengambil kesempatan itu. Ya, kesuksesan hanya datang kepada orang yang mau sukses.

Sukses di sini bukan hanya tentang uang, tapi bagaimana kita bisa membantu banyak orang di sekeliling kita.

Ada kutipan dari motivator baru saya, mbak merry riana.
"...tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan."
Lakukan sesuatu yang luar biasa untuk mengubah kehidupanmu di masa depan. Jangan pernah ragu selagi itu baik untukmu dan orang lain. You Can Do It!!

_____________________
Saya telah mengambil keputusan atau langkah awal. Next time, semoga bisa segera mencoret satu persatu impian yang telah terwujud.


Tentang Impian

Beberapa bulan terakhir, saya ngebet banget untuk jalan-jalan keluar negeri. Untuk lebih memotivasi diri, saya sering membuat status di bb,  salah satu contohnya, "You Can Do it!! Kamu harus ke Taiwan Januari 2016!! Pasti bisa dan sangat bisa!!".

Salah satu impian saya bisa keliling dunia seperti Bunda Asma Nadia. Jilbab Traveller. Saya ingin membuktikan sendiri bahwa kita -wanita- bisa keliling dunia tanpa melepas jilbab, karena semua itu bukanlah penghalang. Yes, jilbab malah membuat kita lebih terlindungi.

Kemarin, sekitar jam 23.03 Wib. Ada pesan masuk di bb, seorang teman memberikan nasehat/masukan. Sebelum itu, terima kasih sekali loh sudah perhatian atau peduli dengan saya. Ia mengatakan, "kenapa kamu ngebet banget ke Thailand dan Las Vegas? Padahal dua negara tersebut nggak islami banget kataku. Bahkan bukan aku aja loh yang sempet mikir, kok kamu nggak ngebet ke makkah si?".

Makkah wajib bagi saya! Memang benar, lagi ngebet untuk keluar negeri, tapi bukan berarti Makkah tidak ada dalam prioritas saya. Dreams book. Semua sudah ada di dalam buku impian.

Dua negara yang nggak Islami? Menurut saya, lihat dulu apa tujuan untuk ke sana. Pandangan orang beda-beda loh... Pernah dengar atau tau hadist ini, “Uthlubul ‘ilma walaw bishshiin, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina". Asal niatannya baik, no problem. Siapa tau dari perjalanan keluar negeri itu kita bisa lebih bersyukur dengan Agama Islam. Positif thingking.

Saya jadi kepo dengan buku ini, "Haram keliling dunia" :D

Selasa, 20 Januari 2015

MENGATASI KONFLIK IBU DAN ANAK

hikari hana
Perbedaan pendapat dengan orang tua, terlebih dengan ibu, bagi sebagian wanita mungkin sudah tidak asing lagi. Faktor penyebabnya bermacam-macam, seperti: perihal pekerjaan rumah, sekolah, uang, atau karena pemikiran yang berbeda. Apabila dibiarkan berlanjut akan mengakibatkan masalah yang akan menimbulkan penyakit hati di antara kedua belah pihak.
 
Keadaan tersebut tidak akan terjadi apabila kedua belah pihak saling memahami, dalam arti ibu memahami posisi anak dan begitupun sebaliknya, anak harus memahami juga posisi ibu. Tugas utama seorang ibu adalah mengatur rumah tangga dan tugasnya di luar rumah, baik untuk bersosialisasi dengan orang sekitar ataupun untuk menuntut ilmu. Sedangkan anak mempunyai hak dan kewajiban pribadi, seperti bersosialisasi dengan teman-teman, menuntut ilmu ataupun mengembangkan potensi diri.

Islam mengajarkan agar seorang anak berbuat baik dengan kedua orang tuanya, karena itu tidak seharusnya terjadi keributan di dalam rumah antara anak dan ibu. Apalagi sampai tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari, hal itu yang dilarang dalam Islam. “Kami telah mewasiatkan kepada manusia untuk berbuat kebaikan terhadap kedua orang tuanya.” (Al-Ankabut: 8).

Berikut ini cara mencegah konflik atau pendekatan antara anak dan ibu menurut Supatmiati (2007; 160), yaitu:
1. antara ibu dan anak seharusnya menyamakan persepsi, minimal saling memahami. Misal ada seorang muslimah mempunyai ibu yang menolak anaknya berpakaian busana tertutup. Sementara anaknya masih teguh untuk menjalankan itu, maka yang perlu dilakukan adalah menjelaskan kepada ibunya tentang prinsip kenapa menggunakan busana seperti itu. Menjelaskan dengan bahasa yang baik dan lembut sehingga tidak terlihat menggurui, dengan demikian ibu akan menghargai prinsip anaknya.
2.  anak memahami tugas ibu. Suatu saat semua wanita akan menjadi ibu, karena itu harus tahu tugas dan kewajiban sebagai ibu, baik di rumah maupun di masyarakat. Misal mengurus dan mengatur rumah tangga.
3. ibu berbagi tugas dengan anak. Membantu ibu itu wajib. Apabila beliau meminta bantuan, sebagai anak wajib membantu. Namun kalau ada situasi tertentu yang tidak memungkinkan anak membantu ibunya, maka anak perlu menjelaskan kepada beliau seberapa jauh kesanggupan untuk membantu. Misal ada hari libur anak bisa membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tetapi pada hari kerja atau sekolah, kegiatan ini bisa dikerjakan pada waktu luang selesai anak beraktivitas di luar rumah.
4.  anak mengatur waktu supaya kepetingan pribadi tidak berbenturan dengan kepentingan ibu. Misal di rumah sedang ada acara makan bersama dengan keluarga besar, tetapi pada saat yang bersamaan anak mempunyai acara di luar rumah. Apabila acara anak tersebut bisa ditunda atau tidak terlalu penting untuk diikuti, maka sebaiknya anak lebih mengutamakan acara keluarga.

Pada intinya perbedaan pendapat antara ibu dan anak terletak pada komunikasi. Apabila komunikasi berjalan dengan baik, maka akan meminimalisir konflik di antara keduanya. Ibu dan anak bisa saling memahami satu sama lain, serta dapat memecahkan masalah bersama.

Daftar Pustaka
Kelompok Gema Insani. 2005. Al-Qur’an Terjemahan. Jakarta: Al-Huda.
Supatmiati, Asri. 2007. The World of Me. Jakarta: Gema Insani Press.

Senin, 19 Januari 2015

Lilin Kenangan

"Umur bertambah dan jatah usiaku makin berkurang...."

Empat hari yang lalu, lebih tepatnya tanggal 16 Januari adalah hari kelahiranku. Alhamdulillah ya masih diberi kesempatan untuk bernapas oleh-Nya.

Setahun ini banyak peristiwa penting yang telah terjadi dalam hidupku. Pahit, manis, asam, asin dan hambar; semuanya ada. Haruskah aku protes kepada-Nya? Ah, tidak! Aku selalu berharap semua ini yang 'terbaik untukku'. Bukankah sebaik-baiknya rencana adalah rencana-Nya? Ya, berpikir positif dan berusaha mengatasi semua ini dengan cara yang terbaik. InsyaAllah.

Bagaimana dengan mimpi-mimpiku? Entahlah, masih banyak yang terbengkalai :(

Untuk kalian yang mendoakanku; baik yang terang-terangan maupun yang tidak aku ketahui. Kuucapkan terima kasih banyak untuk kalian, semoga Allah membalasnya yang lebih baik. Aamiin. Maaf belum bisa membalas satu persatu; sms atau yang di facebook.

Ada moment paling so sweet yang terjadi sabtu kemarin. Aku menyebutnya, "Lilin Kenangan".

Ketika aku sedang terlena dengan buaian kasur. Ketika aku berpikir ingin menelpon seseorang yang jauh di sana. Tiba-tiba tante masuk kamar dengan membawa coklat dan di atasnya ada lilin yang menghiasi. "Selamat ulang tahun sayang...." Ujar Tante.

Mimpi apa aku semalam? Tante memberikanku sebuah kejutan? 
Tanteee.... tante berhasil membuatku menagis haru dipelukkanmu. Hiks. 
Tante Ony, arigatoo gozaimasu (^^-)....
 
--Bahagia itu sederhana. Seperti kau membawakanku coklat dan lilin di atasnya. 
Tak perlu mahal, karena yang membuatku bahagia saat menerimanya adalah tante melakukan ini dengan tulus. Ya, aku bisa merasakannya saat itu.--