Jumat, 06 November 2015

Pantun Remaja


Oleh: Hikari Hana

Si Aci suka makan
Apalagi panen rambutan
Lebih baik berteman
Daripada pacaran

Si mbok sedang mencuci
Tuan pergi memakai jubah
Mari mengucap janji suci
Agar bisa memadu kasih

Jika bosan langsung putus
Pergi tanpa meminta maaf
Kalau abang memang serius
Ayo kita ta’aruf

Tak ada manusia yang sempurna
Kalaupun ada tentu bukan diriku
Jika kau mencari yang sempurna
Tentu kau takkan menemukanku

Indahnya ukhuwah bak pelangi
Berbagi rasa penuh cinta
Kita bertemu untuk saling melengkapi
Kekal bahagia sampai ke Surga

Kakak senang bercerita
Dikasih pisang lalu dibagi dua
Hanya doa yang bisa kupinta
Lindungilah hati kami berdua

Ini tentang rindu
Lewat lantunan doa aku mengadu
Mari saling memperbaiki Iman selagi menunggu
Semoga kelak ketika bertemu, aku tak meragu

Aku langsung jatuh cinta
Melihat pelangi elok warnanya
Berumah tangga bukan sekedar merajut cerita cinta
Melainkan bersama meniti tangga ke Surga-Nya

Hari penuh cerita cinta
Tentang aku dengannya
Jika dihatimu ada cinta
Sertakan Allah di dalamnya

Beli capucino
Beli es buah
Jangan takut di bilang kuno
Yang penting cantik di mata Allah
 ______________________________
*Pantun ini dibuat untuk menyelesaikan tugas menulis karya sastra

Pantun Nasehat


    Oleh: Hikari Hana

    Beli baju tanpa lengan
Memakainya dengan senang hati
Mari jaga pandangan
Sama jaga hati

Indahnya berbagi
Dengan para peri
Indahnya saling memberi
Berarti membuka pintu Rizki

Beli kain di toko sopi
Belum cocok sampai ke hati
Jilbab buka topi
Yang bisa dilepas sesuka hati

Mereka bilang
Zaman dinosaurus zaman kuno
Siapa bilang
Pakai jilbab itu kuno?

Sungguh merugi
Jika hati menjauh dari sang illahi
Mari kembali
Mendekat pada sang Robbi


Indahnya pacaran
Jika sudah menikah
Berkahnya pacaran
Jika bersama pasangan yang sah

Paling asik berkelana
Eh melihat gadis berkacamata
Kematian adalah hal biasa
Syahid adalah cita-cita

Ibu suka memasak
Ayah suka makan peti
Waspada dengan tipisnya jarak
Antara hidup dan mati

Waktu jangan pernah disiakan
Karena tak bisa diulang kembali
Masa usia jangan disiakan
Karena takkan pernah kembali

Meski nenek sudah tua
Masih suka minum jamu
Tiada muda maupun tua
Semua boleh menimba ilmu
 ___________
*Pantun ini dibuat untuk menyelesaikan tugas menulis karya sastra

Pantun orang tua



Oleh: Hikari Hana
 
Ibu sedang berbunga-bunga
Melihat kakak bertemu sang pangeran hati
Orang tua penuntun anak ke Surga
Agar nanti di tolong si belahan hati

Adik suka belajar
Meski tak pandai semoga kelak berguna
Walau Surga dunia kian terhampar
Kita tetap tak boleh terlena

Edelwiss memanglah bunga
Abadi takkan pernah mati
Manusia tetaplah manusia
Tak mengenal usia, semua akan mati

Mengukir jejak perjalanan
Sejenak ingin berhenti
Harta dunia yang di timbun
Takkan bisa di bawa sampai mati

Dunia penuh warna dan menggoda
Buatmu lupa akan Tuhan yang Maha Esa
Jika terlena kenikmatan dunia
Selamat menikmati siksa api neraka

Nenek membeli mengkudu
Setengahnya diberikan kepadaku
Linangan air mata sesal mengadu
Robb, sudikah memberi ampun untukku?

Keindahan takkan hilang oleh zaman
Melihat pantai elok warnanya
Ketika Allah memangilmu dengan seruan adzan
Bergegaslah untuk memenuhi panggilan-Nya

Naik kereta melewati lorong
Membawa buah tangan sekarung
Kelak tak akan ada yang mampu menolong
Selain amalan kebaikan yang telah di tabung

Yang lalu biarlah berlalu
Telah lama kutunggu pertemuan denganmu
Membiasakan yang halal dulu
Sebelum haram membunuh jiwa ragamu

Jalan-jalan ke taman
Paling asik pergi denganmu
Allah tidak pernah meninggalkanmu sendirian
Di saat manusia meninggalkanmu
____________
*Pantun ini dibuat untuk menyelesaikan tugas menulis karya sastra